Selasa, 07 April 2015

ALAMAT MBAH KONDOR

Sejarah kramat MBAH KONDOR 
Gambar 

Beberapa abad yang lalu, Ancol adalah sebuah hutan yang cukup luas yang dinamakan hutan monyet, karena salah satu penghuninya adalah monyet. Monyet tersebut diperkirakan berjumlah ratusan hingga ribuan ekor monyet yang dipimpin oleh salah satu monyet besar. Dan diketahui monyet tersebut adalah monyet kondor yang tinggi besar, dan itu telah disaksikan dan dilihat oleh banyak warga sekitar ataupun warga yang berziarah. Karena diketahui di dalam hutan tersebut ada sebuah makam keramat. Dikarenakan setiap peziarah yang datang selalu melihat monyet besar tersebut, maka dinamakanlah makam tersebut dengan sebutan KRAMAT MBAH KONDOR. Hingga saat ini yang mengetahui siapa orang yang dimakamkan tersebut hanyalah juru kuncen dan penerusnya 

Orang yang pertama kali mengetahui dan mengurus makam tersebut adalah Bpk Tamrin (kong Tamrin). Beliau mengurus makam tersebut diperkirakan sejak tahun 1912. Beliau meninggal pada tahun 1976 pada usia 124th di Kampung Melayu dan dimakamkan di TPU Jati Menteng Dalam-Tebet, Jakarta Selatan. Setelah kong Tamrin wafat yang melanjutkan mengurus makam tersebut adalah Ibu Aminah yang berasal dari kampung Bambu Kuning-Ancol. Namun selang beberapa waktu pengurusan makam kramat Mbah Kondor pun dialihkan kepada anak angkat dari Alm. Kong Tamrin. Beliau adalah Bpk SAPI’I (kong Pi’i) beliau berasal dari Pal Meriam-Matraman. 
 
Pada hari Rabu (kliwon) tepatnya pada tanggal 26 Maret 1997, kong Sapi’i berencana ingin memindahkan makam Mbah Kondor tersebut kedaerah Pamulang. Akan tetapi masyarakat sekitar makam tidak menyetujui pemindahan tersebut. Wargapun berbondong-bondong menghalangi rombongan dari kong Pi’i, saat itu pun suasana cukup mencekam. Karena warga tidak mengizinkan pemindahan makam tersebut, akhirnya kong Pi’i beserta rombonganpun meminta izin kepada ketua Rt/Rw setempat untuk masuk ke area makam untuk sekedar berziarah. Dan setelah kong Pi’i berada di dalam area makam mendapatkan keanehan yang tidak dapat diterima akal sehat, karena selang beberapa jam wargapun masuk ke dalam makam dan mengizinkan makam untuk dipindahkan. Warga yang semula menolak pemindahan makam tersebut akhirnya ikut membantu menggali makam (Mbah Kondor) tersebut. Akhirnya niat dari kong Pi’i pun untuk memindahkan makam tersebut terlaksana. 

Sejak saat itu hingga sekarang keberadaan makam kramat Mbah Kondor telah berada di wilayah Tangerang Selatan, tepatnya berada di Pamulang 2 Jl. Inpres Rt 04/09 Benda Baru, Tangerang Selatan tepatnya berada di kediaman abah Yusuf. Sejak keberadaannya diwilayah Pamulang, makam tersebut dikenal dengan nama ASTANA MBAH KONDOR, Abah Yusuf sendiri adalah anak angkat dari Kong Pi’i. Pada tahun 2005 kong Pi’i wafat dan jasadnya dikebumikan disebelah makam Mbah Kondor (dipamulang). Dan saat ini yang mengurus makam Mbah Kondor adalah Abah Yusuf itu sendiri.